Main Article Content

Abstract

Tingkat kecelakaan di Indonesia masih tergolong sangat tinggi sampai saat ini, Berdasarkan sumber dari Kepolisian tingkat kecelakaan lalu lintas dari tahun 2018 sampai 2019 paling banyak disebabkan oleh faktor kendaraan terkait dengan pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan hingga mencapai 61%. Setelah dilakukan analisa untuk kendaraan yang beroperasi di jalan ternyata banyak terdapat kegagalan atau malfungsi pada skala speedometer yang terdapat di kendaraan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian yaitu teknik analisis t-tes deskriptif. Peneltian ini juga menggunakan 3 (tiga) kendaraan sampel dengan masing-masing kendaraan di uji putaran roda dan propeller shaft dengan kecepatan konstan 10 km/jam. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa  Alat Uji Speedometer ini menggunakan bahan-bahan seperti infrared sensor, LCD, baterai 9 V, jumper serta mikrokontroler kemudian dikemas ke dalam bentuk akrilik yang sudah dibuat agar lebih menarik, Dari 6 percobaan yang dilakukann, didpatkan hasil bahwa alat uji pengukur kecepatan belum bekerja secara optimal kelebihan dari alat ini yaitu Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan Rancang Bangun Alat Uji Speedometer ini tergolong murah serta Alat ini bisa digunakan untuk pengujian speedometer di UPT PKB dan untuk kelemahannya sendiri yaitu Sensor infrared  yang digunakan pada alat uji speedometer ini sangat rentan terhadap cahaya, sehingga mempengaruhi hasil pembacaan putaran, Diameter roda maupun propeller shaft sangat berpengaruh pada hasil kecepatan serta Posisi letak penanda untuk pembacaan sensor juga mempengaruhi kecepatan yang dihasilkan.

Keywords

putaran roda propeller shaft Liquid Crystal Display sensor infrared kecepatan

Article Details