ANALISA PENGARUH IGNITION TIMING TERHADAP DAYA DAN TORSI PISTON ENGINE SOHC FOUR STROKE

Main Article Content

Bayu Dwi Cahyo
M. Rizal Al Fauzi

Abstract

Kualitas piston engine tentunya ditentukan oleh beberapa komponen-komponen di dalamnya, salah satunya yaitu sistem pengapian. Jika sistem pengapian itu bagus dan tepat tentunya piston engine bisa bekerja dengan maksimal. Pengubahan sistem pengapian salah satu cara menyempurnakan pembakaran dalam piston engine tersebut, dengan pembakaran yang sempurna diharapkan unjuk kerja dari piston engine tersebut dapat meningkat tanpa mengurangi efisiensi dari piston engine tersebut. Bila putaran engine bertambah sedangkan saat pengapian tidak dimajukan maka yang terjadi adalah kelambatan waktu pembakaran (karena waktu yang tersedia tetap sedangkan putaran makin cepat) yang akan mengakibatkan sebagian bahan bakar tidak terbakar sempurna dan tenaga engine berkurang cylinder menjadi panas berlebihan (overheat), jadi dapat disimpulkan bahwa saat pengapian perlu dimajukan berdasarkan perubahan putaran engine dengan tujuan agar tekanan dan temperatur maksimal tetap berada dekat sesudah TDC, untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan performa piston engine yang baik sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan uji ukur pada daya dan torsi piston engine tipe SOHC four stroke dengan memajukan ignition timing 10 dan 20 dari posisi standart 150 sebelum TDC sehingga nantinya muncul hasil dari perhitungan dari pemajuan ignition timing tersebut pada putaran 3500 – 10000 Rpm. Hasil dari pengujian dynotest nilai torsi paling tinggi adalah saat waktu pengapian maju 20 dari standartnya dengan nilai 11,07 N.m pada 3797 Rpm. Nilai daya paling tinggi adalah pada saat waktu pengapian 20 dari standartnya dengan nilai 9,3 Hp pada 6943 Rpm.

Article Details