Main Article Content

Abstract

Abstrak


 


Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mendefinisikan koordinasi dalam dokumennya Annex 11 - Layanan Lalu Lintas Udara sebagai "proses mencapai pengaturan yang dapat diterima bersama, melalui pertukaran informasi, pesan, atau cara lain, antara unit-unit ATS yang sesuai."Dalam konteks layanan lalu lintas udara, koordinasi melibatkan pertukaran informasi antara unit-unit ATS yang berbeda untuk memastikan arus lalu lintas udara yang aman dan efisien. Ini termasuk mengoordinasikan penggunaan wilayah udara, memfasilitasi penyerahan pesawat antar unit ATS yang berbeda, dan mengomunikasikan perubahan rencana penerbangan atau kondisi cuaca.Koordinasi adalah aspek penting dari manajemen lalu lintas udara, dan membantu memastikan bahwa semua pesawat yang beroperasi di wilayah udara tertentu terpisah dengan aman satu sama lain dan dapat mengikuti rute yang direncanakan tanpa konflik atau penundaan.Voice Communication Control System; (VCCS) Komunikasi suara antara manusia dan mesin adalah ide yang dipikirkan orang tentang waktu yang lama. Untuk komunikasi suara tingkat tinggi dengan sistem kontrol itu penting untuk memastikan kualitas yang baik dari pemrosesan sinyal ucapan dengan derau aditif di lingkungan nyata. VCCS dalam penerbangan diatur dalam peraturan yang ditetapkan ICAO dalam Annex 11 chapter 4(Standards et al., 2001). Komunikasi yang terintegrasi dalam VCCS antara lain Transmitter dan Receiver Very High Frequency dan telepon. VCCS yang terdapat di Bandar udara Internasional Husein Sastranegara Bandung terbagi menjadi dua bagian yang saling beroganisir yaitu Remote Control and Monitoring system (RCMS) dan Media Service Center (MSC) serta Voice Control Unit sebagai Display. Berikut adalah sedikit spesifikasi dari VCCS Bandung Approach ;


 

Keywords

vccs; transmitter; telepon.

Article Details

How to Cite
Nuurul Maajid, T. ., & pratihningsih, nunuk . (2025). TINJAUAN PENGGUNAAN VCCS TERHADAP EFISIENSI KOORDINASI AIR TRAFFIC CONTROLLER APPROACH CONTROL PROSEDURAL DI AIRNAV CABANG BANDUNG. Jurnal Penelitian, 10(1), 10–18. https://doi.org/10.46491/jp.v10i1.1489

References

Read More