Main Article Content

Abstract

Sistem Magnetic Brake ini digunakan pada alat ukur daya poros turbin angin di laboratorium aerodinamika, Hanggar AMTO147D-010, Politeknik Penerbangan Surabaya. Pada alat ukur daya poros turbin angin di lab aerodinamika yang menggunakan rem cakram mekanik terdapat beberapa permasalahan yaitu fluktuasi pengukuran, adanya gesekan pada piringan alumunium sebelum dilakukan operasi rem, kesulitan dalam pengukuran TSR maksimum dan minimum serta ketidaksejajaran antara poros turbin dengan rem magnetik, sehingga perlu adanya modifikasi pada alat uji rem magnetik yang ada sebelumnya. Metode penyelesaian masalah yaitu memodifikasi alat rem magnetik dengan membuat dudukan yang terpisah dengan dudukan turbin angin, kemudian memvariasikan jumlah kumparan dari dua kumparan menjadi empat kumparan dengan menggunakan jumlah lilitan sebanyak 2000 lilitan, kemudian menambahkan kopel pada sambungan poros turbin angin. Hasil penelitian dari modifikasi ini mampu menyelesaikan empat permasalahan yaitu mampu mengukur TSR maksimum λ =1.4-1.3 dan TSR minimum λ = 0, misalignment antara upper bearing dan lower bearing dapat dikurangi dengan mengurangi pemasangan kopel antara poros turbin angin dan poros rem magnetik, pada penelitian sebelumnya pada TSR 14 rpm nya adalah 408 sedangkan setelah dipasangkan poros kopling pada TSR 1.4 dapat mencapai 421 rpm terjadi peningkatan kecepatan sekitar 3%. selain itu transfer getaran dari turbin ke rem magnetik dapat dicegah.

Article Details