Main Article Content

Abstract

Analisa performa aerodinamika suatu penampang Airfoil sangatlah diperlukan untuk menentukan gaya angkat maksimum yang terjadi serta gaya-gaya yang bekerja pada penampang Airfoil seperti Gaya Drag dan Gaya Lift. Namun, untuk menghasilkan gaya lift yang maksimum diperlukan suatu penambahan device pada Airfoil. Winglet adalah salah satu device yang digunakan untuk meningkatkan gaya lift tanpa harus memperlebar angkah dari wingspan (bentangan sayap) pada pesawat.


Dalam penelitian ini dibuat 2 jenis Airfoil seri NACA 0018, yang pertama adalah Airfoil simetris diberi penambahan maxi winglet dan tanpa diberi penambahan maxi winglet. Kedua Airfoil tersebut di test dengan menggunakan software ANSYS dengan input kecepatan 20 m/s atau 72 km/h. Untuk mendapatkan performa yang maksimal dari Airfoil ini, diberi variasi sudut serang 0o, 2o, 4o, 6o, 8 o, 10o, 12o, 15o, 16o, 17o, 19 o, 20o dan akan di didapatkan sudut serang yang dapat menghasilkan gaya angkat maksimal. Dari kontur kecepatan dan kontur tekanan yang di dapatkan ANSYS, sepanjang permukaan atas dan permukaan bawah Airfoil di dapatkan nilai rata-ratanya dan kemudian di plot dalam grafik untuk menunjukkan besarnya gaya lift dan gaya drag yang terjadi serta dari distribusi kecepatan dan distribusi angkahure tersebut diperoleh nilai koefisien drag dan koefisien lift.


Pada penelitian ini Airfoil dengan maxi winglet memiliki nilai Cl lebih besar daripada tanpa maxi winglet, hal tersebut diakibatkan adanya penundaan munculnya vortex pada tip chord. Nilai koefisien lift paling besar ada pada sudut serang 15 o dimana pada sudut serang tersebut nilai L/D juga paling besar. Berdasarkan penelitian ini winglet maxi terbukti efektif dalam pembetukan lift dan memiliki keuntungan yang signifikan dari nilai L/D yang dihasilkan.

Keywords

aerodinamika airfoil winglet sudut serang gaya angkat

Article Details