Main Article Content

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman teknologi manusia semakin meningkat, kebutuhan energi juga meningkat. Salah satu sumber energinya adalah energi fosil, dimana energi ini termasuk jenis energi yang tidak dapat diperbaharui. Sehingga perlu adanya upaya mencari energi terbaru diiringi dengan upaya penghematan dengan meningkatkan efisiensi konversi energi sehingga cadangan energi yang ada lebih hemat. Peningkatan efisiensi kerja sistem mekanis dapat ditempuh salah satunya adalah dengan mengurangi friction losses system mekanis dengan penggunaan anti-fricition yang baik. bearing sebagai salah satu anti-fricition berfungsi sebagai penumpu sebuah poros agar tidak mengalami proses gesekan yang berlebihan.


Penelitian eksperimental ini menguji  pengaruh variasi ketebalan bearing terhadap performance sebuah sistem mekanis yaitu turbin angin sumbu vertikal. Penelitian ini mengambil jenis deep grove ball bearing dengan tiga variasi ketebalan bearing yaitu 8 mm, 9 mm, dan 10 mm. Ketiga bearing diuji dengan cara menempatkan bearing pada shaft turbin angin dengan menggunakan kecepatan aliran udara 5 m/s


Hasil dari penelitian ini adalah bearing dengan dimensi 8 mm menghasilkan 367 RPM, torsi sebesar 0,0525 Nm dan daya sebesar 0,887 watt. Bearing dengan dimensi 9 mm menghasilkan 335 RPM, torsi sebesar 0,0483 Nm dan daya sebesar 0,837 watt. Bearing dengan dimensi 10 mm menghasilkan 358 RPM, torsi sebesar 0,0541 Nm dan daya sebesar 0,865 watt.

Keywords

Bearing Energi Performance

Article Details