Main Article Content
Abstract
Kondisi main apron di Bandar Udara Juwata, Kalimantan Utara, saat ini mengalami kerusakan
berat seperti rutting, retakan, genangan air, dan pelapukan butiran permukaan. Selain itu, nilai PCN
(Pavement Classification Number) yang lebih rendah dari ACN (Aircraft Classification Number)
pesawat Boeing 737-900ER sebagai pesawat terkritis menunjukkan bahwa struktur perkerasan tidak
lagi mampu menahan beban operasional pesawat modern. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi
untuk menjamin keselamatan penerbangan dan memperpanjang umur pelayanan infrastruktur.
Penelitian ini menggunakan metode FAA dengan menggunakan FAA Manual dan software
FAARFIELD untuk menentukan tebal perkerasan kaku. Evaluasi nilai PCN dilakukan dengan
software COMFAA agar desain sesuai dengan standar ICAO. Selain itu, perhitungan RAB
dilakukan dengan mengacu pada HSPK Kota Tarakan tahun 2024, berdasarkan volume pekerjaan
yang direncanakan. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh ketebalan total struktur perkerasan
kaku dengan menggunakan FAA Manual sebesar 60,8 cm danmenggunakan software FAARFIELD
sebesar 62,6 cm. Untuk menentukan nilai PCN, digunakan hasil perhitungan tebal perkerasan
menggunakan software FAARFIELD. Kemudian, didapat nilai PCN sebesar 65R/B/X/T. Ketebalan
ini dinilai cukup untuk menahan beban pesawat B737-900ER. Sementara itu, hasil perhitungan RAB
menunjukkan total biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan rekonstruksi apron sebesar
Rp25.224.540,000,00.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.