Main Article Content
Abstract
Gedung Catu Daya di Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci, Jambi,
direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang. Namun, dengan
mempertimbangkan kelebihan yang dimiliki oleh pondasi bore pile, seperti
minimnya getaran saat pelaksanaan dan kemampuan adaptasi terhadap kondisi
tanah lunak, dilakukan perencanaan ulang struktur bawah menggunakan sistem
pondasi dalam bore pile. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur bawah
menggunakan pondasi bore pile, serta menghitung biaya yang dibutuhkan untuk
pelaksanaannya.
Proses perencanaan diawali dengan analisis pembebanan struktur atas
menggunakan perangkat lunak SAP2000 yang mengacu pada SNI 1727:2020
tentang Standar Beban Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan
Struktur Lain. Perhitungan kapasitas daya dukung bore pile dilakukan secara
teoritis menggunakan metode Reese dan Wright (1977), serta melalui analisis
menggunakan perangkat lunak LPile dan Group Pile untuk mengevaluasi perilaku
kelompok tiang terhadap variasi beban.
Hasil analisis menunjukkan bahwa bore pile dengan diameter 30 cm dan
kedalaman 17,4 meter mampu menahan beban maksimum dari struktur dengan
faktor keamanan yang memenuhi standar. Struktur pile cap direncanakan dalam
dua tipe, yaitu PC-1 (0,70 m × 0,70 m) dan PC-2 (1,50 m × 0,70 m), sedangkan
sloof dirancang dengan dimensi 200 mm × 250 mm. Total biaya yang dibutuhkan
untuk pekerjaan struktur bawah adalah sebesar Rp 446.201.523,99 (Empat ratus
empat puluh enam juta dua ratus satu ribu lima ratus dua puluh tiga rupiah
sembilan puluh sembilan sen)
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.