Main Article Content

Abstract

Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima secara Administratif terletak pada wilayah Kecamatan Belo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Permasalahan utama pada Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima adalah rusaknya dinding saluran sisi runway yang disebabkan oleh tidak stabilnya kondisi tanah dan mengakibatkan longsor. Dengan terjadinya longsor mengakibatkan sedimentasi pada salruran sehingga terjadi perdangkalan saluran. Akibat terjadinya perdangkalan tersebut air tidak mengalir secara lancar dan apabila tidak ada tindakan lanjut dapat terjadi luapan yang akan mengganggu pergerakan pesawat saat beroperasi.


Perencanaan perbaikan drainase menggunakan saluran tertutup di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dimulai dengan pengumpulan data yang dibutuhkan seperti data curah hujan. Dari data tersebut dilakukan perhitungan curah hujan maksimum untuk 10 tahun kedepan dengan metode Log Pearson III dan Intensitas curah hujan. Selanjutnya menghitung debit limpasa maksimum untuk 10 tahun kedepan. Setelah itu menghitung dimensi yang diperlukan dengan menggunakan trial and error.


Berdasarkan data curah hujan dan menggunakan metode Monobe diperoleh dimensi salauran dengan  lebar 1,2 meter dan tinggi 1,2 meter. Perbaikan saluran yg semula mengguanakan saluran terbuka menjadi saluran tertutup menggunakan beton precast. Perbaikan saluaran ini untuk mendukung keselamatan penerbangan tertutama di area runway.

Keywords

Sistem drainase curah hujan distribusi Log Pearson III debit limpasan

Article Details

How to Cite
Wildan Ali Syahbana, Nurani Hartatik, & Setyo Hariyadi Suranto Putro. (2023). PERBAIKAN SALURAN DRAINASE RUNWAY STRIP DI BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN BIMA. Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan), 6(1). https://doi.org/10.46491/snitp.v6i1.1466