Main Article Content

Abstract

Pembangkit listrik tenaga surya adalah energi baru dan terbarukan yang memiliki peran sangat penting dalam kebutuhan energi. PLTS sistem off grid merupakan sistem PLTS yang berdiri sendiri tanpa adanya sambungan listrik dari PLN atau distribusi listrik lainnya. Penulis memiliki rencana untuk membuat serta mengembangkan trainer pembangkit listrik tenaga surya sistem off grid dimana penelitian sebelumya belum adanya IoT untuk memuat data mengenai pengukuran, pembacaan dan pengkontrolan pada solar cell. Rancangan Trainer PLTS Off Grid ini memiliki beberapa komponen utama mulai dari panel surya, solar charge controller, baterai, buck boost converter dan inverter. Trainer PLTS ini juga menggunakan komponen tambahan sebagai penunjang Internet Of Things, Wemos D1 sebagai pengirim data ke server, dilengkapi juga dengan sensor arus dan tegangan PZEM 004T, Relay, INA219. Komponen pendukung IoT ini dapat di integrasikan dengan jaringan WiFi yang telah dikonfigurasikan. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada trainer ini mampu menghasilkan tegangan secara maksimal sebesar 13,55 Volt pada panel surya yang ditunjukan pada webserver. Arus charging yang dihasilkan mampu menghasilkan tegangan sebesar 13,10 Volt dengan arus 0,32 ampere. Trainer ini hanya mampu menyuplai beban maksimum sebesar 15 watt dengan arus beban 0,1 ampere menggunakan baterai yang telah di charging oleh panel surya.

Keywords

PLTS Off Grid Panel Surya Internet Of Things Wemos D1 sensor arus dan tegangan

Article Details

How to Cite
Rammida Soleha, Rifdian Indrianto Sudjoko, & Prasetyo Iswahyudi. (2023). RANCANG BANGUN TRAINER PLTS DENGAN SISTEM OFF GRID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA. Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan), 6(1). https://doi.org/10.46491/snitp.v6i1.1403