Main Article Content

Abstract

Keselamatan adalah suatu hal yang utama dalam dunia penerbangan, keselamatan tidak hanya pada saat  di udara saja, namun dari awal pemberangkatan yaitu pada bandar udara tempat keberangkatan pesawat yang diharuskan untuk aman dan steril dari bahaya apapun begitu juga hewan liar, dengan kondisi bandar udara yang berada pada Kawasan hutan UPBU Melalan Melak dalam kurun waktu 3 bulan mengalami 9 kejadian hewan liar seperti anjing, kucing, ular dan burung yang menerobos Kawasan sisi udara dan berpotensi mengancam keselamatan penerbangan, hal ini menandakan perlunya pengoptimalan kegiatan penanganan wildlife hazard di UPBU Melalan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan acuan regulasi SKEP/42/III/2010 tentang “Petunjuk Dan Tata Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139-03 Manajemen Bahaya Hewan Liar Di Bandar Udara Dan Sekitarnya”.  Dengan pengumpulan data melalui observasi, studi kepurtakaan, wawancara dan dokumentasi. Pada hasil penelitian di dapati penanganan wildlife hazard yang masih kurang optimal dengan adanya beberapa kejadian hewan menerobos masuk, dan juga beberapa factor seperti adanya pagar parimeter yang terbuka, rerumputan yang tumbuh terlalu tinggi dan juga terdapat banyak genangan air yang menarik hewan hewan liar, maka dari itu kegiatan penanganan wildlife hazard di UPBU Melalan dinilai masih kurang optimal dan diperlukan suatu pengoptimalan.


 

Keywords

Wildlife keselamatan penerbangan pengoptimalan

Article Details