Main Article Content

Abstract

Wind tunnel merupakan sebuah alat yang digunakan dalam penelitian aerodinamika mempelajari efek udara yang melewati benda padat, banyak faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi penelitian pada penggunaan alat uji wind tunnel dan salah satu faktor diantaranya adalah aliran udara yang seragam (uniform). Untuk mengetahui aliran udara tersebut adalah seragam, maka memerlukan suatu pengujian kecepatan aliran udara. Aliran udara yang dihasilkan oleh fan atau blower memiliki aliran udara yang belum seragam (uniform). Aliran udara yang belum seragam akan melalui screen sehingga dapat menghasilkan aliran udara yang seragam (uniform) dan laminar.


Pengujian ini dilakukan menggunakan aliran udara dari wind tunnel tipe opened circuit wind tunnel , aliran udara external dan kecepatan aliran udara sebesar 5 m/s yang diklasifikasikan sebagai 2 screen yaitu variasi screen A, dan screen B. Dalam analisa yang didapat dari screen AB adalah Screen A luas penampang 60cm x 60cm, ketebalan 8, densitas (luas penampang/pores) 225, pores dimension 4 x 4. Screen B luas penampang 60cm x 60cm, ketebalan 8, densitas (luas penampang/pores) 900, pores dimension 2 x 2. Pengambilan data dilakukan untuk mengukur kecepatan udara sesudah melalui wind tunnel screen pada 9 titik penampang alirannya dan  dengan jarak uji yaitu 30 cm, 60 cm, 90 cm, 120 cm, 150 cm, 180 cm dan 210 cm dari screen. Untuk pengukuran kecepatan udara mengunakan Anemometer sebagai analisa aliran laminar.


Setelah melakukan pengujian, bisa didapatkan hasil penelitian ini bahwa dengan screen yang mempunyai densitas pori 4 x 4 dan 2 x 2 dengan ketebalan 8 cm dan pada jarak 120 cm, 150 cm, 180 cm dan 210 cm menghasilkan aliran udara yang seragam (uniform) dan kecepetan udara tercenderung menurun sehingga bisa diartikan ketebalan screen berpengaruh semakin tebal screen belum tentu bisa terjadi aliran seragam dan jika terlalu tipis maka bisa terjadi aliran seragam  tetapi memerlukan jarak yang jauh.

Keywords

Wind Tunnel Aliran laminar Anemomoter Screen

Article Details