PENGARUH CAMPURAN BIOETHANOL PADA PERTALITE TERHADAP TORSI DAN DAYA PISTON ENGINE 1 SILINDER

  • Bambang Junipitoyo POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA
Keywords: Pertalite, engine, co2, throttle, bioethanol

Abstract

Pada perkembangan teknologi pada era modern ini kebutuhan energi  saat ini sangat mengalami peningkatan, Hal ini seiring pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang mengalami. Sedangkan saat ini cadangan energi fosil saat ini mengalami penurunan yang diperkirakan akan habis dalam beberapa tahun lagi. Bioethanol adalah bahan bakar yang ramah lingkungan dan merupakan  salah satu bentuk energi terbaharui yang dapat diproduksi dari tumbuhan. Bioethanol dapat dibuat dari tanaman-tanaman yang umum, misalnya tebu, kentang, ubi kayu, ubi jalar, sagu dan jagung. Bioetanol merupakan bahan bakar yang menghasilkan polutan paling rendah, bahan bakar bioetanol adalah bahan bakar yang aman, titik nyala bioetanol lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar fosil dan emisi emisi hidrokarbon yang dihasilkan oleh bioetanol lebih sedikit. Bahan bakar fosil mengalami proses pembakaran yang menghasilkan gas buang CO2, gas buang tersebut dapat menyebabkan polusi udara dan merusak lapisan ozon. Untuk itu dibutuhkan penelitian untuk mendapatkan kinerja engine yang optimal. Penelitian ini menggunakan kendaraan mesin 1 silinder. Metode pengujian menggunakan bukaan throttle spontan dan bukaan throttle per rpm untuk mendapatkan emisi gas buang. Bahan pengujian menggunakan campuran bahan bakar Pertalite – medium bioetanol dengan kadar E-35, E-40, E-45. Hasil penelitian saat engine menggunakan bahan bakar pertalite-bioethanol 45% menghasilkan  nilai daya yang didapat seiring dengan penambahan rpm memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan pada etanol 0% disebabkan campuran etanol mengakibatkan daya yang dihasilkan semakin besar dengan nilai daya maksimal 16,7 Hp dimana daya maksimum didaptakan pada rpm 8000 dengan torsi maksimal 15,21 Nm, memiliki nilai lebih baik dari etanol 0%.

Published
2019-11-29